Minggu, 17 Agustus 2014

Pendaki Pemula

"Beberapa Tips Bagi Pendaki Pemula"
 
Barang kali ada diantara kita yang masih pemula dalam kegiatan pendakian. Kami mohon maaf, ini tidak ada maksud untuk menggurui, namun ini hanya bentuk tanggung jawab kita untuk saling berbagi ilmu
Semoga ilmunya bermanfaat yaa,, Silahkan disimak...



Pertama, Pilihlah medan pendakian yang tidak terlalu curam. Medan pendakian yang landai berguna untuk melatih ketahanan otot pendaki pemula. Jika otot sudah terlatih, maka risiko kram otot dan keseleo akan berkurang. 


Ke-2, Pilihlah sepatu yang nyaman dan waterproof. Sebelum mendaki, cobalah sepatu itu dengan kaus kakinya. Cobalah sepatunya minimal 1jam dengan frekuensi 3 kali.
 

Ke-3, Jangan kalian meremehkan cuaca meskipun cerah. Selalu siapkan jas hujan di dalam carrier dan taruh/tempatkan di bagian yang mudah diambil ketika tiba2 hujan.
 

Ke-4, Jika perjalanan siang hari, maka lebih banyaklah untuk membawa air & snack sehat. Kebutuhan air saat berjalan siang akan lebih banyak apabila dibandingkan dengan malam hari. Pilihlah snack yang tidak asin/gurih karena ini akan menyebabkan cepat haus. Jika kita terlalu banyak minum, maka persediaan air mungkin tidak cukup hingga ketemu tempat pengisian air kembali/hingga kembali pulang. Minum air memang sangatlah penting, namun haruslah ter-manage. Dalam minum air tidak boleh saling egois antar teman/anggota walaupun sudah merasa membawanya. Air adalah milik bersama, maka jika habis, 1 tim akan terkena dehidrasi bersama. Maka daripada itu, sangatlah penting menjaga keberadaan air kita.
 

Ke-5, Lakukan pemanasan setiap sebelum perjalanan. Pemanasan dengan maregangkan otot kaki agar lebih siap saat memulai menapaki jalur tanjakan.
Berjalan di awal2 tidak perlu cepat. Atur dulu langkah dan sesuaikan dengan pola nafas kita. Jika sdh mulai nyaman langkah & nafasnya, kecepatan/ritme berjalan pun boleh ditambah.
 

Ke-6, Lindungi sendi-sendi tulang kita, seperti sendi-sendi lutut dan pinggul. Pilihlah jalan yang landai dibanding yang curam pada saat naik/turun gunung. Jalan curam dapat menyebabkan sendi-sendi kita dalam bekerja. Jika dibiarkan, lama-lama sendi akan terasa ngilu, merah hingga bengkak. Jika sudah bengkak, maka sendi-sendi akan terasa nyeri sekali jika dipakai jalan. Oleh karena itu, jagalah sendi-sendi agar tetap fit selama perjalanan.
 

Ke-7, Mendakilah bersama 1 tim, janganlah sendirian disaat mendaki. Pendakian merupakan kerjasama tim, bukanlah keegoisan pribadi.dan usahakan dalam tim minimal 1org yang sudah berpengalaman dalam kegiatan pendakian.


Ke-8, Hormati jalur pendakian kita selama perjalanan. Sadarilah, bahwa setiap hutan yang kita lewati adalah tempat baru buat kita. Selain ada kita, ada penghuni lain juga yang sudah menghuni tempat tersebut. Entah itu warga, hewan atau makhluk halus yang ada di situ.
Hindarilah untuk mengotori tempat tersebut. Bentuk pengotoran bisa dalam ucapan atau perbuatan.Sampah janganlah dibuang sembarangan. Segala bentuk tumbuhan atau hewan janganlah dipetik atau diambil.Hindarilah untuk membuang hajat pada sembarangan tempat.Hindari pula kata-kata yang sifatnya meremehkan. Berdoalah sebelum, selama dan saat mengakhiri perjalanan. Mungkin cukup disini aja dulu ya, semoga bermanfaat ilmunya..




@PendakiJakarta

CARA MENCEGAH HYPOTERMIA

BEBERAPA CARA MENCEGAH HYPOTERMIA

by:  @PendakiJakarta


Contact Person Pos Pendakian

Contact Person Pos Pendakian 

by:@PendakiJakarta



Gn. Tambora :
085216032004 (Arisman)

Gn. Kerinci :
(0748)22250 (Balai Besar TNKS)

Gn. Rinjani :
(0370) 27851 (Dephut),
(0370) 627764 (Pengelola),
085367588494 (Mas Lihun),
081803644654 (Ofick Mtpl)

Gn. Pulosari :
Tb Rimbun Nuansa 087772502505

Gn. Cikuray :
Via Pemancar 081220269190 (Kang Hendy)

Gn. Sindoro :
Via Kledung 08132809608, 08190386023, Potenk 085869115403

Gn. Sumbing :
085868611446

Gn. Papandayan :
Via Jalur Cisurupan 085793371645/0878 2738 2417 (Komik)

Gn. Buthak Blitar :
Via Sirahkencong Blitar
Via Panderman Batu Malang 081555667595 (Nunung)

Gn. Merapi :
081329266656 (P. Syamsuri)

Gn. Lawu :
Via Cemoro Sewu 085741307298,
Hasan 085729264379

Gn. Ciremai :
Via Linggar Jati, 081324092194 (Kakek Petualang)
085724111966 (Basecamp)
087717717913 (Bang Jaka)
Via Apuy,
08586424545 (Pa Ubuh)
Via Palutungan
082115687824 (Kang Kusna)

Gn. Gede - Pangrango :
0263519415/0263512776 (TNGGP)
081912021180 (P. Usep)

Gn. Salak :
Via Kawah Ratu, 085724995370 (P.Dadang)
Via Cidahu, 08176689004 (Achenk)

Gn. Raung :
(0332) 321305,
081333862244 (KPW Gunung Raung)

Gn. Semeru :
0341787055 (P. Samsul),
08283930822 (Resort Ranupane)

Gn. Arjuna-Welirang :
Via Tretes, 085856052510 (Basecamp)
Via Lawang, 081330787722 (P. Rudi)

Gn. Merbabu :
081325932700 (P. Tono),
085329720365 (Mas Ando),
085740540437 (GRABUPALA),
Via Kopeng
085743432595 Mas Kamplink

Gn. Slamet :
via Bambangan: 085726000335 (P.Sugeng),
085726666912 / 085725107774 (Mas Didin)
Via Guci 085643755398 (Mas Uceng),
Via Kaliwadas/Kali Gua , 085742035447 (Aji Satriani)
Via Prabasari , Basecamp 08562927831

Gn.Argopuro
Via Baderan 081234591445 Pak Samhaji
081336017979 (P. Suryadi),
08113651015 (P. Susiono)



by: @PendakiJakarta

PENDAKI GUNUNG ITU SPESIAL

"PENDAKI GUNUNG ITU SPESIAL"




 



Mengapa pendaki gunung itu spesial?
Mari kita belajar dari dalam tubuh kita.
Di tubuh kita ini terdapat Stem Cell. Stem Cell adalah sel yang mampu berubah bentuk menjadi apapun. Stem cell mampu menjadi komponen kulit, otot, saraf & organ lainnya. Sungguh luar biasa stem cell ini ya? Seorang pendaki punya kemampuan seperti halnya Stem Cell. Kok bs? Ya. Pendaki tentu sudah survive dalam kondisi yang terbatas. Pendaki punya perencanaan yang jelas menuju puncak hingga pulang. Pendaki tentu disiplin, pekerja keras, amanah & bertanggung jawab. Kemampuannya serba bisa ini yang menjadikannya mampu menjalani profesi apapun. Ketika menjadi pemimpin, luar biasa amanahnya. Ketika menjadi aparatur negara, luar biasa disiplin waktunya. Ketika menjadi tenaga kesehatan, luar biasa tanggung jawabnya. Ketika menjadi pekerja, luar biasa gesit menyelesaikan tugasnya. Ketika diminta memasak, luar biasa rasa masakannya. Ketika ada genteng bocor, langsung dibetulinnya, hehe.. Ketika ada tumpukan karung, tak gentar memanggulnya.. Coba hayo, calon mertua mana yang ga tertarik sama manusia serba bisa ini?. Maka bisa kita simpulkan, pendaki memang spesial bukan? Pendaki memang se-spesial Stem Cell yang ada dalam tubuh kita. Kalau ada kelebihan lainnya, ditambahkan sendiri ya. Itu cuma sedikit kesimpulan admin hehe...






by: @PendakiJakarta

Mendaki Itu Menyehatkan

"Kenapa Mendaki Itu Sangat Menyehatkan? Dan Kenapa Fisik dan Jiwa Pendaki Semakin Sehat Yaa, ?"


Ahli kesehatan tentu mengakui bahwa mendaki itu dapat menyehatkan fisik dan jiwa.
Kenapa dapat menyehatkan Fisik dan Jiwa?? Karena mendaki itu termasuk olahraga menahan beban (beban Carrier). Menahan beban itu dapat mencegah terjadinya tulang keropos (osteoporosis). Selain itu, tubuh pendaki juga akan terpapar sinar matahari langsung. Sinar matahari ini berfungsi untuk mengaktifkan vitamin D yang ada di dalam tubuh. Vitamin D berfungsi untuk menguatkan struktur tulang dan gigi kita. Sehingga tulang dan gigi kita menjadi kokoh dan tidak mudah patah. Jantung pun akan terlatih untuk memompa secara efektif darah ke seluruh tubuh. Di waktu awal saat mendaki jantung akan berdegup kencang. Dan jika sudah beradaptasi, maka jantung akan memompa efektif tanpa degupan kencang. Hal ini menunjukkan bahwa jantung kita sudah terlatih. Jika jantung terlatih, paru-paru kita pun akan terlatih, begitu pula sebaliknya. Jika kedua organ ini bekerja dengan baik, tentu tubuh kita akan lebih terasa bugar. Secara psikologis, mendaki memberikan efek relaksasi. Gunung yang tenang, udara bersih dan pemandangan indah membuat kita rileks. Sesekali terdiam istirahat saat mendaki memberi efek meditasi yang menenangkan. Ketenangan ini seperti menghipnotis kita menjadi pribadi yang lebih damai.
Luar biasa sekali manfaat mendaki bukan???
Ayoo yang mau sehat kita mendaki...








@PendakiJakarta
Via: dr Pendaki Relawan

Makna dari sebuah Pendakian Gunung


Makna dari sebuah arti  Pendakian Gunung adalah 


*Untuk menyadarkan diri kita dari angkuhnya ego yang merasa bahwa kita hidup hanya untuk diri kita sendiri.
*Menyadarkan kita untuk lebih mensyukuri atas kebesaran Yang Maha Kuasa yang telah menciptakan keindahan alam semesta yang sangat sempurna tanpa kekurangan sedikitpun.
*Membina rasa tanggung jawab yang besar untuk menjadi seorang yang bijak yang dapat menghargai antar sesama makhluk hidup dan lingkungan sekitar.
*Mendidik kita untuk menjadi sosok seorang yang mandiri yang bisa hidup meskipun jauh dari sebuah peradaban modern.
*Menjalin kerjasama dan kekeluargaan yang harmoni antar sesama tanpa membedakan sebuah suku, budaya dan agama.
Dan makna yang terpenting yang dapat kita peroleh dari Pendakian Gunung adalah menjadikan kita sebagai seseorang yang dapat bersosialisasi dengan baik dengan berlandaskan suatu sikap tolong menolong dalam kebajikan dan menciptakan suatu hubungan yang saling berhubungan antara kita sebagai Umat Manusia terhadap Alam Semesta dan Makhluk Hidup yang berada di sekitarnya.

Itulah makna yang dapat saya raih dari pengalaman saya setelah melakukan Pendakian Gunung selama ini. Mungkin semua orang mempunyai pendapat yang berbeda-beda untuk pengertian makna tersebut, namun pada intinya semua adalah sama.
Semoga kita menjadi seseorang yang dapat menghargai antar sesama makhluk hidup dan lingkungan alam sekitar.





by: @PendakiJakarta

Keselamatan di Gunung

Prioritaskan Keselamatan Saat Di Gunung
by: Pendaki Jakarta
 


Jangan meremehkan setiap peraturan/tata tertib yang ada di suatu daerah/tempat, walaupun itu kita anggap aneh dan tidak masuk akal.. Bermacam-macam gaya kita bisa lakukan di gunung, tapi cuma satu gaya yang sangatlah terpuji dan patut di contoh, yaitu "Membawa sampah turun kembali". Mendaki itu janganlah hanya sekedar mendaki, ambil dan pahamilah semua pelajaran yang kita dapat saat pendakian, dan terapkanlah dalam kehidupan kita sehari-hari..
Tidak ada seorangpun Pendaki Gunung Sejati yang rela mati konyol saat mendaki, yang hanya dikarenakan minimnya pengetahuan tentang pendakian. Seorang pendaki gunung pada dasarnya menghadapi dua jenis rintangan ketika melakukan kegiatannya. Rintangan yang pertama sifatnya ekstern, artinya rintangan itu datang dari obyek yang sedang dihadapi. Obyek itu adalah gunung, dan rintangan yang dihadapinya itu berupa cuaca atau medan berat. Dan bahaya yang ditimbulkannya disebut juga bahaya obyek (objective danger). Rintangan jenis kedua sifatnya intern, yaitu rintangan yang datangnya dari si pendaki gunung itu sendiri. Kalau si pendaki gunung itu tidak mempersiapkan diri dengan baik, maka rintangan itu akan datang dari dirinya sendiri. Bahaya yang timbul ini disebut juga dengan bahaya subyek ( subjective danger ). Pada hakekatnya bahaya dan tantangan tersebut adalah menguji kemampuan dirinya untuk bersekutu dengan alam yang pada umumnya orang menganggap bahwa mendaki gunung kalo sduah sampai puncaknya, maka itulah yang namanya "Keberhasilan".
Di Indonesia, bahaya obyek bagi pendaki gunung itu secara umum tidaklah terlalu besar. Karena keterjalan gunung - gunungnya relatif tidak seberapa terjal jika dibandingkan dengan keterjalan gunung-gunung yang ada di negara lain. Suhu udaranya pun tidak terlalu dingin, terutama dibandingkan dengan gunung - gunung di daerah subtropis. Cuacanya pun hanya dipengaruhi oleh dua musim, yaitu musim kering dan musim hujan. Kecelakaan di gunung selama ini kebanyakan disebabkan karena kesalahan yang dilakukan oleh si pendaki itu sendiri, karena masih banyak segi yang belum memadai untuk dirinya sendiri. Perlengkapan mendaki gunung adalah pokok pemikiran pertama bagi setiap pendaki gunung. Sebab, "Perlengkapan yang baik adalah salah satu usaha utk mengurangi bahaya di gunung, baik obyek maupun subyek, obyek maupun subyek". Gunung dengan segala aspeknya merupakan lingkungan yang asing bagi organ tubuh kita, lebih-lebih bagi mereka yang hidup di dataran rendah. 




Milikilah pengetahuan tentang ilmu pendakian sebelum memulai mendaki. Jika kita merasa kurang pengetahuan, Usahakan melakukan perjalanan dengan orang yang sudah pernah ke tempat tersebut/yang lebih berpengalaman. Sebelum kita memulai pendakian, alangkah baiknya kita mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang medan/gunung yang akan kita daki agar bisa menyiapkan sgala kebutuhan dan perlengkapan yang dibutuhkan saat pendakian. Dan perlu diingat, "Jangan menomor duakan keselamatan hanya karena sebuah ambisi utk menggapai puncak". Mendaki gunung itu adalah suatu kegiatan yang keras, penuh petualangan, membutuhkan keterampilan, kecerdasan, kekuatan, dan daya juang yang sangat tinggi dalam melakukannya. Puncak adalah tujuan, tapi bukanlah yang utama,, yang utama adalah prosesnya dalam menggapai puncak itu sendiri. Pada umumnya orang menganggap bahwa mendaki gunung kalo sudah sampai puncaknya, maka itulah yang namanya "Keberhasilan". "Keberhasilan yang sungguh-sungguh bernilai tinggi" adalah justru apa yang telah di dapat / di pelajari dalam proses pendakiannya, Dan kepuasan terbesar sesungguhnya bukanlah karena kita telah sampai dipuncak gunung, tetapi karena kita telah melalui tantangan yang terasa begitu berat. Gunung bukanlah untuk di taklukkan, Karena, bukanlah gunung ataupun lautan yang kita taklukan, Tapi hawa nafsulah yang harus kita taklukan.




Jangan paksakan untuk melanjutkan kegiatan jika kondisi badan sedang tidak sehat. Karena itu akan membuat keadaan kita semakin terpuruk. Lebih baik gagal daripada pulang tanpa nyawa. Satu kata dalam berkegiatan di alam terbuka adalah “Alam tak kenal kata kompromi”. Di saat lengah dan takut alam dapat membunuh seorang petualang/pendaki. Seseorang yang profesional sekalipun mempunyai resiko yang sama ketika ia menempatkan dirinya di alam bebas.

"Priority remains the safety of the climbing."





@PendakiJakarta -->> Twitter
Pendaki Jakarta    -->> Facebook
Pendaki Jakarta    -->> Instagram
Pendaki Jakarta    -->> Path